Berbisnis sekaligus berdakwah.
Kami memberikan kesempatan bagi profesional muda untuk bergabung dengan PT. Takaful Indonesia Sebagai wahana bisnis sesuai dengan Syariah dan dakwah bila anda :
1. Memiliki jiwa Entrepreneur,
2. Senang dengan tantangan
3. Ber akhlaqul karimah
4. Mudah bergaul
5. Memiliki kendaraan min. roda dua
6. Bersedia mengikuti training training
Benefit yang di dapatkan :
1. Penghasilan tidak terbatas
2. Komisi, bonus,
3. THR atau FK ramadhan
4. Kontes Umroh gratis
5. Bonus Rekrut
6. Carrier Paln Menarik
7. Fasilitas Asuransi
8. Training training Free
Segera hubungi 021 7991234 Ext, 1004 hp, 08123026272 atau kirimkan email: asyari@takaful.com sebelum 20 Januari 2009.
Mari kita sempurnakan ikhtiar dengan membangun ekonomi syariah.
5.
Rabu, 14 Januari 2009
Seri Perencanaan keuangan 4
TIPS MEMILIH ASURANSI
Di zaman modern seperti sekarang ini hamper tidak ada yang tidak membutuhkan Asuransi, Asuransi Jiwa untuk memberikan perlindungan akan resiko bila terjadi musibah yang menimpa sesorang, misalnya ; Meninggal terlalu cepat, Sakit, Kecelakaan yang membutuhkan perawatan serius, terkena penyakit kritis, Cacat Tetap total, Meninggal terlalu lama. Manusia di wajibkan beikhtiar memperkecil resiko ekonomi yang terjadi Seperti sebuah hadits nabi yang menjadi lagu “DEMI MASSA” agar kita menjaga lima perkara sebelum datang lima perkara,
“ Pergunakanlah lima hal sebelum datangnya lima perkara; Muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit dan hidup sebelum mati.” (Hadist riwayat Muslim).
Sedangkan Asuransi General (Umum) memberikan perlindungan terhadap harta benda kita dari resiko kerugian yang mungkin terjadi.
Namun demikian tidak semua produk Asuransi dalam waktu yang bersamaan di ambil, kita harus bijak dan tepat sesuai dengan tingkat kebutuhan dan prioritasnya
Berikut ini sekedar Tips memilih asuransi Syariah ;
1. Buat sebuah analisa atau kalau memungkinkan konsultasikan dengan perencana keuangan, atau setidaknya buat analisa kebutuhan prioritas asuransi mana yang di perlukan.
2. Pilih perusahaan asuransi yang Sehat , perhatikan tingkat solvabilitasnya atau RBC nya sesuai dengan ketentuan Depkeu, atau sekurang kurang nya ada keterangan Depkeu perihal tersebut.
3. Perhatikan Cadangan Resikonya di laporan Rugi laba, asuransi yang sehat total asset harus lebih besar dari tingkat resiko yang harus ditanggung.
4. Memiliki modal setor sesuai ketentuan
5. Investasi yang di lakukan tidak menyimpang dari ketentuan Depkeu, transparan dan tidak bertentangan dengan Syariah
6. Prestasi perusahaan bisa di lihat dari rating yang di buat berbagai media
7. Memiliki standart mutu misalnya ISO
8. Diskusikan dengan agen yang professional,tanyakan hingga detail terkait dengan produk, hak dan kewajiban. Serta hukum polisnya.
9. Survey ke kantor perusahaan tersebut untuk lebih meyakinkan segala sesuatunya.
10. Jangan lupa niatkan untuk sebagai wasilah “ta’awun” salin tolong menolong sehingga bernilai ibadah.
Selamat mencoba …
Wallohu a’lam bi showab
Asyari
Kunjungi htt//insankarima.blogsport.com
Di zaman modern seperti sekarang ini hamper tidak ada yang tidak membutuhkan Asuransi, Asuransi Jiwa untuk memberikan perlindungan akan resiko bila terjadi musibah yang menimpa sesorang, misalnya ; Meninggal terlalu cepat, Sakit, Kecelakaan yang membutuhkan perawatan serius, terkena penyakit kritis, Cacat Tetap total, Meninggal terlalu lama. Manusia di wajibkan beikhtiar memperkecil resiko ekonomi yang terjadi Seperti sebuah hadits nabi yang menjadi lagu “DEMI MASSA” agar kita menjaga lima perkara sebelum datang lima perkara,
“ Pergunakanlah lima hal sebelum datangnya lima perkara; Muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit dan hidup sebelum mati.” (Hadist riwayat Muslim).
Sedangkan Asuransi General (Umum) memberikan perlindungan terhadap harta benda kita dari resiko kerugian yang mungkin terjadi.
Namun demikian tidak semua produk Asuransi dalam waktu yang bersamaan di ambil, kita harus bijak dan tepat sesuai dengan tingkat kebutuhan dan prioritasnya
Berikut ini sekedar Tips memilih asuransi Syariah ;
1. Buat sebuah analisa atau kalau memungkinkan konsultasikan dengan perencana keuangan, atau setidaknya buat analisa kebutuhan prioritas asuransi mana yang di perlukan.
2. Pilih perusahaan asuransi yang Sehat , perhatikan tingkat solvabilitasnya atau RBC nya sesuai dengan ketentuan Depkeu, atau sekurang kurang nya ada keterangan Depkeu perihal tersebut.
3. Perhatikan Cadangan Resikonya di laporan Rugi laba, asuransi yang sehat total asset harus lebih besar dari tingkat resiko yang harus ditanggung.
4. Memiliki modal setor sesuai ketentuan
5. Investasi yang di lakukan tidak menyimpang dari ketentuan Depkeu, transparan dan tidak bertentangan dengan Syariah
6. Prestasi perusahaan bisa di lihat dari rating yang di buat berbagai media
7. Memiliki standart mutu misalnya ISO
8. Diskusikan dengan agen yang professional,tanyakan hingga detail terkait dengan produk, hak dan kewajiban. Serta hukum polisnya.
9. Survey ke kantor perusahaan tersebut untuk lebih meyakinkan segala sesuatunya.
10. Jangan lupa niatkan untuk sebagai wasilah “ta’awun” salin tolong menolong sehingga bernilai ibadah.
Selamat mencoba …
Wallohu a’lam bi showab
Asyari
Kunjungi htt//insankarima.blogsport.com
Rabu, 07 Januari 2009
Seri Perencanaan Keuangan 3
Mengapa Asuransi Dibutuhkan ?
Dalam dunia modern seperti sekarang ini hampir tidak ada yang tidak membutuhkan akan jasa Asuransi baik Asuransi jiwa maupun Kerugian.
Ada beberapa hal yang menjadi alasan pokok kenapa Asuransi di butuhkan
1. Fitrah manusia agar hari esok lebih baik
Tidak ada yang mengharapkan masa depan tidak lebih baik, baik bagi dirinya sendiri maupun keturunannya, sebagaimana Firman allah :
“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Al Hasyr : 18 )
Asuransi menjadi salah satu ikhtiar merenacanaka masa depanlebih baik melalui program program nya yang membantu merancang masa depan lebih baik, misalkan bagaimana mempersiapka cadangan dan pendidikan bagi anak, merancang dana hari tua, dan sebagainya.
2. Tidak Meninggalkan Keturunan yang lemah
Di antara fitrah manusia dan juga menjadi kewajiban sebagai khalifah di muka bumi adalah menjaga kelangsungan keturunan dengan membangun keluarga yang terdiri dari istri dan anak anak. Suatu kebahagian tersendiri bila seseorang mampu membina keluarga sakinah sehingga melahirkan kesehjahteraan, dan menjadi suatu kewajiban agak tidak meninggalkan keturunan yang lemah;
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”
3. Senantiasa berikhtiar dalam upaya memperkecil Resiko bila terjadi musibah
Sebuah hadits Nabi yang sangat popular “ Jagalah lima perkara sebelumnya datangnya lima perkara, Muda sebelum datangnya tua, Sehat sebelum dating sakit, kaya sebelum miskin, waktu luang sebelum sempit, hidup sebelum mati”
Segala malapetaka dan bencana tersebut merupakan qadha dan qadar Allah SWT, namun manusia (Muslim) wajib berikhtiar melakukan tindakan berjaga-jaga untuk memperkecil resiko yang ditimbulkan oleh bencana dan malapetaka tersebut.
Asuransi sebagai sebuah mekanisme saling menanggung bagi sebuah perlindungan, merupakan langkah yang tepat untuk seseorang dalam membagi atau mengalihkan suatu resiko, karena asuransi menjawab kebutuhan rasa aman bagi setiap orang.
4. Saling Tolong menolong dengan sesama
Manusia selain menjadi makhluk pribadi juga menjadi makhluk social, adanya suatu tuntutan untuk saling ta’awun satu dengan yang lain, F’irman Allah ;
‘’…Dan hendaklah diantara kamu saling bertolong menolong dalam kebaikan dan taqwa dan jangan lah bertolong menolong dalam perbuatan dosa dan kemaksiatan ..” (Almaidah : 2 )
Dengan bertabaru’ melalui asuransi merupakan wujud perlindungan bukan hanya untuk dirinya tetapi juga saling menanggung bila terjadi musibah di antara sesame peserta.
Asyari 08/01/09
Dalam dunia modern seperti sekarang ini hampir tidak ada yang tidak membutuhkan akan jasa Asuransi baik Asuransi jiwa maupun Kerugian.
Ada beberapa hal yang menjadi alasan pokok kenapa Asuransi di butuhkan
1. Fitrah manusia agar hari esok lebih baik
Tidak ada yang mengharapkan masa depan tidak lebih baik, baik bagi dirinya sendiri maupun keturunannya, sebagaimana Firman allah :
“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Al Hasyr : 18 )
Asuransi menjadi salah satu ikhtiar merenacanaka masa depanlebih baik melalui program program nya yang membantu merancang masa depan lebih baik, misalkan bagaimana mempersiapka cadangan dan pendidikan bagi anak, merancang dana hari tua, dan sebagainya.
2. Tidak Meninggalkan Keturunan yang lemah
Di antara fitrah manusia dan juga menjadi kewajiban sebagai khalifah di muka bumi adalah menjaga kelangsungan keturunan dengan membangun keluarga yang terdiri dari istri dan anak anak. Suatu kebahagian tersendiri bila seseorang mampu membina keluarga sakinah sehingga melahirkan kesehjahteraan, dan menjadi suatu kewajiban agak tidak meninggalkan keturunan yang lemah;
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”
3. Senantiasa berikhtiar dalam upaya memperkecil Resiko bila terjadi musibah
Sebuah hadits Nabi yang sangat popular “ Jagalah lima perkara sebelumnya datangnya lima perkara, Muda sebelum datangnya tua, Sehat sebelum dating sakit, kaya sebelum miskin, waktu luang sebelum sempit, hidup sebelum mati”
Segala malapetaka dan bencana tersebut merupakan qadha dan qadar Allah SWT, namun manusia (Muslim) wajib berikhtiar melakukan tindakan berjaga-jaga untuk memperkecil resiko yang ditimbulkan oleh bencana dan malapetaka tersebut.
Asuransi sebagai sebuah mekanisme saling menanggung bagi sebuah perlindungan, merupakan langkah yang tepat untuk seseorang dalam membagi atau mengalihkan suatu resiko, karena asuransi menjawab kebutuhan rasa aman bagi setiap orang.
4. Saling Tolong menolong dengan sesama
Manusia selain menjadi makhluk pribadi juga menjadi makhluk social, adanya suatu tuntutan untuk saling ta’awun satu dengan yang lain, F’irman Allah ;
‘’…Dan hendaklah diantara kamu saling bertolong menolong dalam kebaikan dan taqwa dan jangan lah bertolong menolong dalam perbuatan dosa dan kemaksiatan ..” (Almaidah : 2 )
Dengan bertabaru’ melalui asuransi merupakan wujud perlindungan bukan hanya untuk dirinya tetapi juga saling menanggung bila terjadi musibah di antara sesame peserta.
Asyari 08/01/09
Langganan:
Komentar (Atom)