HIJRAH MENUJU KEMENANGAN
Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi ada dua moment penting dalam perjalanan waktu, yakni perubahan tahun, secara kebetulan hanya beberapa hari jarak antara tahun baru hijriyah dengan tahun baru masehi. Respond dan tanggapan masyarakat berbeda beda, ada yang telahmempersipkan jauh sebelumnya, ada yang biasa biasa saja, ada yang menyambut dan merayakan dengan berbagai pesta pora. Tengoklah di Mall mall besar, hotel berbintang, tempat hiburan, serta villa di sepanjang puncak dari Bogor hingga Cianjur sudah penuh full boking sejak pertengahan bulan desember.
Suatu renungan yang patut di sayangkan adalah betapa tidak berimbangnya ucapan selamat, dan persiapan antara tahun baru Hijriyah dengan tahun baru Masehi, bahkan masih banyak yang tidak tahu kalau ada tahun baru hijrah. Padahal negri ini mayoritas Muslim, apa yang menjadi penyebabnya ?
Tahun baru Masehi tidak lebih dari perubahan tahun dari 2008 ke tahun 2009, makna subtansi dari perubahan hamper tidak ada, sementara itu tahun baru hijriyah memiliki makna hakekah yang patut di renungkan.
Perubahan adalah sebuah fitrah, yang tidak bisa di hindari, sebagai mana pepatah “ walaupun kita sudah pada rel yang benar, kalau hanya duduk duduk saja, maka akan terbabrak oleh kereta yang lewat”. Dengan demikian perubahan harus di sambut dengan niat menuju kesempurnaan melalui perbaikan, perubahan yang tidak membawa peningkatan kebaikan, tidaklah membawa manfaat kecuali penuaan belaka.
Makna Hijrah
Secara Harfiah hijrah adalah pindah dari suatu tempat ke tempat yang lain, yang di maksudkan di sini adalah pindahnya Rasululloh dari Makkah ke Madinah, ketika dakwah telah mencapai klimak dengan berbagai tantangan yang di hadapi oleh rasululloh dan para Sahabat, maka perintah hijrah memberikan pencerahan baru dalam penyebaran dakwah Islam.
Secara Singkat hikmah yang bisa di ambil dari Hijrah Rasulullah adalah sebagai berikut :
1. Sebagai langkah awal di mulainya Syariah Islam sescara utuh, bial di Makkah Dakwah Rasulullah baru meliputi penguatan Aqidah, di Madinah di mulainya penegakan syariah dalam segala aspek kehidupan, dari ibadah muamalah, hingga siasah dengan piagam Madinah .
2. Hijrah memberikan teladan agar manusia tidak berhenti berjuang dari membuat perencanaan hingga ke pelaksanaan dan evaluasi, Adalah bukan yang sulit apabila Rasulloh bermohon kepada Allah agar proses Hijrah semudah seperti peristiwa Isra dan Mi’rat, tetapi melalui perjalanan panjang yang penuh dengan tantangan dan di perlukan strategi.
3. Hijrah sebagai bukti terciptanya Ukhuwah yang hakiki, betapa pengorbangan kaum Muhajirin yang telah meninggalkan negrinya dan hartanya di sambut dengan keikhlasan kaum Anshor dengan memberikan tempat tinggal harta bahkan ada yang menawarkan Isri yang lebih dari satu untuk di cerai dan stelah selesai idah akan di nikahkan.
Mengenahi makna Hijrah Makaniyah ini di sebutkan dalam Alquran ‘
“Sesungguhnya orang orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta, dan jiwanya pada jalan Allah (kaum Muhajirin) dan orang orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kaum anshor) merekan itu satu sama lain lindung-melindungi ( Al-anfal : 72)
Meskipun hijrah secara Makaniyah sudah tidak ada lagi sebagaimana hadits “ Tidak ada hijrah setelah penakhlukan kota mekkah , akan tetapi jihad dan niat, dan jika kalian di minta untuk pergi berjihad maka pergilah “. Namun masih ada hijrah maknawiyah yakni hijrah dalam bentuk perubahan nilai dari tidak menuju lebih baik.
Ada beberapa hal yang bisa di kategorikan hijrah maknawiyah di antaranya sebagai berikut ;
1. Meninggalkan perbuatan dosa dan maksiat dan mengisi dengan amal kebaikan
Rasulululloh bersabda “ Muslim adalah seseorang yang menghindari menyakiti muslim yang lain dengan lidah tangannnya, dabn Muhajir (orang orang yang berhijrah) adalah orang orang yang meninggalkan semua apa apa yang Allah telah larang “ HR: Bukhori)
2. Menjaga pergaulan dari lingkungan yang Rusak,
Makna hijrah juga bisa dengan menghindari dari pergaulan yang yang merusak dan tidak mendekatkan diri dari mengingat Allah, dan harus memilih lingkungan yang lebih baik “ Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka (orang kafir) ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik ‘ (Al-Muzzamil : 10)
3. Beribadah kepada Allah pada saat sulit dan penuh fitnah
“ Beribadah pada saat masaharj (terkena fitnah/kondidi sulit) adalah seperti hijrah kepadaku” HR: Muslim).
4. Mengembangkan Prestasi dengan Ilmu pengetahuan dalam rangka membangun peradaban sesuai dengan Islam.
“ Orang Orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda, dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah dan itulah orang orang yang mendapat kemenangan. ‘Attaubah : 24)
Senantiasa ikhtiar dengan semua kemampuan agar menjadi lebih baik adalah hakekat dari hijrah saat ini. Dengan Sebuah tekat “ Hari Ini harus lebih baik dari Kemarin”
Untuk itu marilah moment tahun baru Hijriyah ini di jadikan tonggak langkah awal memulai kehidupan menuju yang di ridhoi Allah SWT.
“Selamat Tahun Baru Hijriyah “
Asyari 26/12-08
Kamis, 25 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar